Review Album 'Neighborhoods' oleh Mark Hoppus

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Review Album 'Neighborhoods' oleh Mark Hoppus

Post by dath on Sat 21 Jan 2012, 14:23

Ini sebenernya udah lama, dari Oktober tahun lalu. Jadi Mark ngasih komentar sekaligus review album ini gak lama setelah 'Neighborhoods' rilis.
Mark ngasih komentar tentang album ini via akun Spotify-nya. Nah, masalahnya, Spotify itu gak bisa diakses di Indonesia (kalo gak salah US only deh), makanya saya terjemahin apa yang dia omongin langsung ke bahasa Indonesia.

'Ghost on the Dance Floor' adalah ide yang disampaikan Tom kepada Travis dan saya pada sekitar sepertiga jalannya proses rekaman dan ide tersebut terasa sangat terstruktur saat kami menerimanya. Kami mengubah sedikit bagian bridge-nya. Kami menambahkan harmonisasi dan mengubah beberapa hal, tapi lagu tersebut memang dasarnya sudah dirumuskan dengan baik oleh Tom saat ia menyampaikannya kepada saya dan Travis. Saya merasa lagu ini cocok dijadikan sebagai lagu pembuka di album ini dan saya pikir ini adalah pembuka yang sangat bagus bagi keseluruhan album.

Lagu 'Natives' diciptakan berdasarkan beat yang diciptakan Travis saat kami berada di dalam studio. Saya membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memahami struktur lagu ini karena ketukan snare Travis yang cukup menyulitkan bagi saya. Jadi saya merasa agak kesulitan dalam memahaminya tapi akhirnya saya bisa dan saya rasa lagu tersebut adalah lagu yang keren.

Saya rasa track 'Up All Night' mungkin adalah indikasi yang paling tepat untuk menggambarkan seperti apa blink-182 di album baru ini. Saya rasa lagu ini terdengar seperti semua hal yang telah kami lakukan selama blink-182 bubar, lagu ini terdengar seperti hal-hal yang kami lakukan sebelum blink-182 bubar, dan juga terdengar seperti hal yang belum pernah kami lakukan sebelumnya. Saya rasa ini adalah pendahuluan yang bagus untuk album ini.

'After Midnight' sebelumnya berjudul 'high hat beat' karena lagu ini berasal dari beat yang diciptakan Travis di studio saat dia bekerja untuk proyek lain. Dia memiliki ide ini dalam bentuk 'beat' dan dia meminta teknisinya untuk merekamnya. Lagu ini tercipta dengan cepat dan ini adalah salah satu lagu favorit saya di album ini.

'Snake Charmer' sebenarnya tercipta berdasarkan riff gitar yang diciptakan Tom, saya rasa sejak sebelum blink-182 mengalami hiatus dan kemudian kami menggunakannya kembali dan kami menciptakan sebuah lagu dengan menggunakan suara gitar yang progresif di awal lagu. Saya ingat ketika suatu hari di studio, Travis dan teknisi kami sedang menciptakan sebuah outro yang memiliki ritme yang akhirnya kami gunakan di lagu ini. Saya rasa itu merupakan bagian favorit saya di seluruh album ini.

Ketika saya sedang menulis lagu 'Heart's All Gone', saya tidak dapat menentukan apakah saya ingin menjadikannya lagu yang cepat atau lagu lambat, jadi saya mengerjakannya dalam dua versi dan nantinya akan dipilih salah satunya. Tapi ternyata kami menyukai keduanya jadi kami menggunakan versi lambat sebagai 'Heart's All Gone Interlude' dan versi cepat sebagai lagu utamanya. Saya sangat menyukai bagaimana cepatnya lagu ini, saya suka energinya, saya suka kesegarannya dan kesederhanaannya dan saya rasa lagu ini tetap keren walaupun terasa berbeda dengan lagu lainnya di album ini.

Semua ide di lagu 'Wishing Well' berasal dari Tom. Dia menciptakan lagu tersebut, dia menulis liriknya, dia menuliskan semua tentang lagu ini dan saya rasa ini adalah track yang sangat keren. Saya sangat merasakan walaupun lagu ini terdengar sangat catchy tapi liriknya sangat-sangat gelap dan sedikit menyedihkan. Tapi saya sangat menyukainya karena saya ingin album ini terasa seperti itu dan saya pikir lagu ini bisa mewujudkan gagasan tersebut.

Saya bangun di suatu pagi dengan kalimat ini: "Stop banging away at my kaleidoscope / Stop draining all the water out of my sink," dan saya ingin menggunakan kalimat tersebut dalam sebuah lagu. Saya akhirnya mengubah sedikit kalimat tersebut tapi cerita dibalik lagu tersebut adalah semacam menjadi pemalas pada tahun 2011 dan perasaan yang tidak mengenakkan. Seperti itulah makna lagu ini. Semoga kalian mengerti.

'This is Home' dimulai sebagai sebuah lagu yang berjudul 'Scars to Blame' yang pernah saya tulis tapi belum selesai seluruhnya. Dan kemudian saya dan Tom membuat chorus dan bridge lagu tersebut, dan Tom membuat verse baru dan menulis semua lirik pada lagu tersebut. Lagu ini seperti sebuah lagu kebangsaan bagi anak-anak muda yang tersia-siakan.

Suatu hari ketika saya sedang menyetir untuk pulang ke rumah dari studio, saya berhenti di sebuah lampu lalu lintas dan sebuah helikopter terbang melewati saya dan bayangannya melintas di sebelah kanan mobil saya dan untuk beberapa alasan, saya mulai memikirkan tentang orang-orang yang hidup dengan helikopter yang terbang di atas mereka setiap waktu. Orang-orang di dalam peperangan, orang yang hidup di daerah kekurangan dimana helikopter datang membawa bantuan. Dan akhirnya saya menulis lagu ini berdasarkan ide tersebut.

Pada awalnya, 'Love is Dangerous' adalah sebuah lagu yang bernuansa elektronik dan terkesan seperti sebuah ballad dan kemudian kami membangun lagu dari konsep tersebut dan pada akhirnya menghasilkan sound rock yang megah dengan bridge yang besar dan hal-hal keren lainnya. Saya merasa sangat bangga ketika lagu ini selesai.

'Fighting The Gravity'. Apa lagi yang bisa saya katakan tentang lagu ini? Ini adalah lagu yang sangat aneh. Lagu ini adalah salah satu favorit saya di album karena terdengar sangat aneh. Lagu ini mulai diciptakan ketika saya menggunakan mesin drum melalui amplifier bass saya dan ternyata terdengar sangat keren dan membuat ruangan kontrol bergetar. Kami akhirnya mencampurkan hal tadi dan ada bunyi-bunyian yang berderak yang bisa kalian dengar di awal lagu. Jadi.... dengarkan saja.

'Even If She Falls' merupakan lagu dengan nuansa upbeat secara lirikalitas di album ini. Lagu ini adalah lagu cinta yang sangat 'cathcy' dan saya rasa ini adalah lagu yang tepat untuk mengakhiri album ini. Dan ya, itu dia. Selamat menikmati (album ini).
avatar
dath
Fish Guts
Fish Guts

Male Jumlah posting : 3039
Age : 27
Lokasi : Bekasi
member blink yg disuka : Tom, Mark, Travis
album yg disuka : Cheshire Cat
Registration date : 21.08.08

Lihat profil user http://www.friendster.com/dath

Kembali Ke Atas Go down

Re: Review Album 'Neighborhoods' oleh Mark Hoppus

Post by sannie 182 on Sat 21 Jan 2012, 15:21

kerennn
avatar
sannie 182
blinkers
blinkers

Male Jumlah posting : 51
Age : 24
Lokasi : bandung, majalaya
album yg disuka : neighborhoods, dude ranch, TOYPAJ, enema
Registration date : 08.11.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Review Album 'Neighborhoods' oleh Mark Hoppus

Post by 182JJ on Sun 22 Jan 2012, 18:19

cool dude... ghost on the dance floor itu buat travis untuk mengenang partnernya DJ AM.. Smile
avatar
182JJ
blinkholic
blinkholic

Male Jumlah posting : 234
Age : 24
Lokasi : BelbBan ( belitng - bandung ) heheheh
member blink yg disuka : Travis, cos im drummer :)
album yg disuka : all of them, cos every album blink 182's is awesome for me.. :)
Registration date : 08.11.11

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Review Album 'Neighborhoods' oleh Mark Hoppus

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik